Jumat, 25 April 2014

Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 4 - Habis)

 Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 4 - Habis)


          Pagi hari terakhir di Sukabumi lagi lagi disediakan breakfast dari penginapan, selesai mandi saya membayar penginapan selama 3 Hari 2 Malam + Extrabed. Lanjut dari bayar penginapan, langsung melipir ke Mochi Lampion. Dari penginapan naik angkot merah, turun di jalan bhayangkara terus nyambung angkot warna kuning kalau tidak salah ya, hanya sebentar kita diturunkan dijalan Kasuari. Ternyata tokonya tutup, dan semua pada berjalan ke pabrik pembuatan mochi. Dan disanapun mochinya sudah habis dan dibuka sistem pesan yang bisa diambil jam 1 siang nanti
Jika ingin beli Mochi, silahkan pesan dulu sehari sebelumnya karena jika beli pas hari H takut kehabisan dan harus pesan diambil pada siang hari.
          Untung masih ada mochi wijen dan bika ambon yang masih anget, tak apa laah yang penting dapet mochi. lanjut perjalanan ke pasar Sukabumi, tinggal naik Angkot warna kuning minta diturunkan di Mall Yogya. Nanti berjalan kearah stasiun Sukabumi banyak pedagang kios atau kaki lima menjajakan dagangannya disana. Disukabumi banyak toko atau rumah berarsitektur jaman dahulu, sepertinya pada masa belanda, sukabumi menjadi salah satu pilihan untuk tinggal disana karena cuacanya sejuk mirip dibelanda.

         Habis muter keliling pasar, makan siang dirumah Ibu Cucu. Yang ini justru lebih ramai dan variasi makanannya banyak, pastinya nyendok sendiri sesuka hati. Pasti rumah makan ini nih yang disanjung sanjung para backpacker yang habis melakukan perjalanan kereta pada makan disini. karena sudah kenyang saya cuman minum es lemon teanya saja.

         Sebelum balik ke penginapan lagi melipir lagi makan bubur bunut naik angkot merah kearah selabintana, nah ini juga panganan yang dicari cari oleh traveler yang menjelajah sukabumi lokasinya dijalan siliwangi. bersaung saung, ada juga yang makannya lesehan. Pesan bubur dengan risol sebagai temannya, haaaajip pokoknya. Rasanya sih nggak jauh beda sama yang dijual dijakarta, maklum karena laper aja kayaknya. Bokap mesen Sop buntut, malah kok ini yang lebih menggoda dibandingkan buburnya kayaknya enak banget kuahnya bening lagi.
         
           Ngangkot lagi habis makan bubur bunut, naik angkot merah ke penginapan (Jaraknya dekat padahal) cuman agak nanjak, perut rasanya gimana gitu habis makan udah disuruh kerja keras lagi. Persiapkan tas dan bawaan langsung cussss ke stasiun lewat pasar sukabumi. Kali ini pulangnya naik kereta Pangrango kelas Eksekutif sekali sekali manjain laaaaah.

           Sejam menunggu distasiun keretapun tiba dari arah bogor, penumpang yang datang turun dan yang diringin penumpang yang naik. Tak lama keretapun kembali penuh, perjalanan kereta dari sukabumi ke bogor alhamdulillah lancar terkendali tidak ada kendala apapun. Banyak anak anak yang menonton kereta lewat, sepertinya masih asing bagi mereka. Maklum sudah 2 tahun jalur ini vakum tidak dipakai.

         Jam 18:00 tiba distasiun paledang, ternyata stasiun bogor antriannya cukup panjang. Disarankan punya kartu Multi Trip bagi yang malas mengantri beli tiket.perjalanan sampai rumah pukul 10 malam. Alhamdulillah
Semoga bisa kembali ke Sukabumi lagi untuk jalan jalan ke Situ Gunungnya.










Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 3)

 Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 3)


          Pagi harinya disambut oleh berakfast yang berikan oleh pihak penginapan, lumayan ada nasi goreng dan telor ceplok, dan habis menyantap breakfast kamis putuskan untuk ke selabintana, dari penginapan hanya cukup sekali naik angkot merah perorangnya 3000 hingga gerbang selabintana. Rute arah selabintana terus naik, beraspal namun kadang ditemui jalan berlubang dan hanya cukup untuk 2 mobil. Sesampainya digerbang istana kami dianjurkan untuk membeli tiket masuk selabintana 5000 rupiah sekali masuk untuk setiap orangnya, untuk motor, mobil, dan bisa harganya beda, silahkan dilhat dibawah untuk fotonya.
           Penginapan selabintana adalah penginapan paling tinggi, sepertinya cocok nih menginap disini tapi sudah full booked sejak setengah bulan yang lalu. Hamparan rumput hijau sama seperti digambar saat searching "Selabintana" dengan backgroung perbukitan nan-indah. Disini kita bisa gelar tiker, mau lari larian atau mau gojet india juga bisa (Pohonnya lumayan tinggi dan banyak).
           Namun selabintana cuman hamparan rumput bertekstur naik, ada juga kolam renangnya cuman kurang tertarik (nggak ada planing berenang soalnya). Diselabintana cuman main balon tiup saja, habis itu kok bosan. Turun ke kali kecil yang berair jernih nan dingin, jalan jalan menyusuri kali tapi kok kayak liat lintah (Item item, geliat geliat terbawa arus sungai), waduh makin ilfeel aja, ngeri ditemplokin sama lintah akhirnya naik lagi.
            Perjalanan selabintana sudah cukup, karena sudah tahu rupanya seperti apa, kalau malem pasti seru nih mana dingin lagi pastinya. Lanjut kearah alun alun kota Sukabumi, dari selabintana cukup naik angkot merah (Ya iya lah, secara cuman ada angkot ini saja yang sampai selabintana), hanya 3000 rupiah kita bisa turun ke alun alun Kota Sukabumi. Panasnya sukabumi sama saja seperti dijakarta hanya saja udaranya lebih sejuk ini yang bikin betah berjalan kaki lama lama di alun alun. Ternyata dialun alun tadi pagi ada pasar dadakan, terlihat dari bekasnya dan penjual yang mulai penutup lapaknya satu demi persatu.
           Tidak jauh dari Alun alun Sukabumi, ada masjid agung Sukabumi tidak salahnya kalau menunaikan shalat Dzuhur berjamaan disana. Usai shalat dimasjid agung, perut sudah berdendang begitu saja, ya akhirnya cari makan di rumah makan ibu Cucu yang katanya terkenal itu, tapi sesampainya disana kok sepi sih. Nggak masalah yang penting  perut keisi siap untuk jalan lagi.
            Karena terik sekali dan dengkul mulai lemes, akhirnya balik ke penginapan lagi sambil nunggu sibapak datang ke sukabumi naik kereta, dan lagi lagi naik angkot merah dari depan alun alun sukabumi. Ternyata alun alun sukabumi sangat dekat dengan Mall Yogya itu faktanya.
              Sore harinya si bapak datang dan mengajak kita untuk makan baso yang katanya ramai dan sepertinya enak yang tadi dilihatnya. Perjalanan dari penginapan hanya jalan kaki ke arah bawah terus, terus dan nggak sampai sampai. Lumayan jalan kaki berkilo kilo cuman buat makan baso doang, namanya Rumah Bakso Mie akup Bandung. Kata nyonya sebagai pengamat pangan, katanya overall enak kuahnya dan dagingnya berasa, bukan kayak bakso dipinggir jalan yang isinya cuman tepung doang.
               Perut keisi lanjut jalan lagi, ternyata sudah sampai Mall Yogya saja. Lumayan jauh juga jalan kaki hari ini menyusuri jalan sampai ke Kota Sukabumi. Fakta membuktikan bahwa kota sukabumi itu kecil nggak besar seperti yang saya kira dan angkotnya cuman muter muter situ situ aja nggak bakal dibawa pergi jauh. Magrib menjelang akhirnya shalat di Masjid agung lagi. Dan habis itu langsung balik ke kandang buat meluruskan kaki. Dan melanjutkan perjalanan esok hari










Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 2)

 Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 2)


          Selepas dari stasiun Paledang, kereta berjalan perlahan melalui rute yang agak menanjak, perhalan tapi pasti. Lepas dari stasiun Maseng (Paledang -> Batu Tulis -> Maseng) kereta berhenti mendadak dan para kru kereta bolak - balik mandir dan sependengaran saya bahwa lepas Stasiun maseng kereta mengalami Loss power (Tidak Kuat melawati tanjakan).  Kemudian kereta berjalan mundur perlahan ke arah Stasiun Maseng.
         Distasiun maseng, cukup lama berhenti lebih dari 2 jam terluntang lantung distasiun kecil di pertengahan sawah, kebanyakan dari para penumpang untuk keluar dan memandangi sawah yang terbentang hijaunya. Dan saya pun mengabadikan momen tersebut untuk foto sekeliling stasiun yang masih menggunakan persinyalan manual (Masih pakai kabel untuk sinyalnya). Dengar dengar kereta ini menunggu persilangan dengan kereta pangrango yang sudah berangkat dari Stasiun Sukabumi.
         Banyak juga para anak anak disekitar stasiun setempat untuk mendekati kereta pangarango dan menjajakan jajanan untuk para penumpang diluar kereta. Dari pukul 15:00 kereta baru bisa diberangkatkan kembali pada pukul 17:30 menggunakan loko dari sukabumi, dan loko yang rusak menarik rangkaian yang kembali kebogor menggunakan sisa sisa tenaganya. Karena lelah saya tidak tahu kereta ini melawati stasiun apa saja, selain gelap kondisinya berbukit dan terus naik. Alhamdulillah pukul 19:00 kereta tiba distasiun Sukabumi, molor 4 Jam dari yang seharusnya pukul 15:00, not bad laah namanya juga jalan-jalan kalau nggak begini nggak bakal seru.
          Perjalanan kereta sudah usai, menurut hasil browsing untuk mencapai ke arah penginapan (Arah selabintana) harus naik angkot dari Mall yogya yang ngehits seantero sukabumi. Dari stasiun kereta kita bisa naik angkot (Warna Pink), atau jalan kaki hanya saja rutenya agak menanjak. Saya pilih naik angkot saja, karena sudah terlalu malam dan suasananya agak gelap minim oleh penerangan. Cukup beberapa menit angkot sudah tiba di mall Yogya, dan saya oper angkot berwarna merah No.10 (Arah Selabintana), tenang angkot disini berwarna warni tidak ada corak yang sama jadi cukup aman. Angkot disukabumi bertarif 3000 jarak jauh maupun dekat, anak anak atau dewasa sepertinya sama saja.
            Wisma kenanga menjadi pilihan kami karena harganya yang cukup terjangkau untuk 4 orang, semalamnya Hanya 220 Ribu, extrabed 75rb dapat breakfast juga. Kamarnya bersih ini pun cukup untuk 5-6 orang dalam satu kamarnya, overall cukup luas. Kamar mandinya juga bersih, hanya saya flush toiletnya mengalami masalah, namun tidak masalah buat saya dan keluarga.
            Lokasi wisma kenanga didepan budidaya air tawar, dekat dengan bubur bunut namun jika harus keselabintana harus naik angkot lagi (Angkot Merah). karena lokasinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Malam itu turun hujan gerimis, kami memutuskan untuk istirahat dipenginapan.





 




Minggu, 06 April 2014

Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 1)

 Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 1)


          Mencari tempat sekeluarga untuk refreshing menghilangkan kepenatan pekerjaan, yaaap sukabumi sepertinya menjadi tempat yang asik sekeluarga karena udaranya sepertinya sejuk dan penduduknya yang ramah. Mumpung ada tanggal merah dari tanggal 29-31 Maret 2014 bisa dimanfaatkan tuh untuk mejelajah kota sukabumi sampe puyeng. Naik kendaraan pribadi udah biasa, kasihan bokap terus melototin jalanan sedangkan anak anaknya asik bercengkrama, dan dipilihkan Kereta api dari Bogor Paledang sampai Sukabumi, sekaligus joyride. Klak Klik cetak jedug buka Tiket.com dan pilihan awal pemberangkatan naik Ekonomi Rp.20.000 dan pulang naik Eksekutif Rp.50.000. Dan bokap memilih menyusul pada tanggal 30 Maret karena kesibukan kerjanya, yaa judulnya yang penting bisa kumpul laaah.
          Pembayaran dan Cetak tanda bukti pembayaran sudah selesai. Tinggal jalan jalan ke Stasiun Kota sekalian nuker tiketnya PP "Pulang-Pergi", ternyata di stasiun kota ada pencetakan tiket mandiri, rada bingung dan kagok karena nggak bisa-bisa (padahal masukin Kode sama ID KTP / Nomer telepon). Dibantu sama mba mba cantik akhirnya bisa. Terima kasih mba-nyaa

Bisa Juga akhirnya

Tanggal 29 Maret 2014, kereta KA Pangarango saya ambil jam siang 12.50 kalau ambil jam pagi nggak keburu dari Tangerangnya. Start dari rumah jam 08.30 melipir kestasiun Batuceper dan ternyata ketemu KRL Holec AC perjalanan perdana-nya lintas Tangerang. Masih kinyis kinyis banget, dingin lagi

Holec AC, dingin euuuy

          Dari Batuceper naik kereta ke Stasiun Duri, transit dan pindah ke jalur 2 menunggu 10 menit kereta kebogor pun tiba, dan tiba kebogor pukul 11.40, jam keberangkatan KA Pangrango pukul 12.55 saatnya melipir ke Stasiun Paledang. Bagi yang belum tahu posisi Stasiun Paledang, letaknya bukan distasiun utama bogor, melainkan harus keluar dulu dari stasiun bogor dan berjalan kearah Taman Topi Square (Samping KFC) ikutin aja arah relnya. Berada di gang kecil disitulah Stasiun Paledang berada. Emang agak aneh ini stasiun nyempil gini, mana pas tikungan pula.

Stasiun Bogor Paledang

          Adzan Dzuhur tiba, saatnya shalat dulu sembari menunggu kedatangan kereta dari arah Sukabumi. Selesai shalat saya sempatkan untuk jalan jalan melihat stasiun paledang lebih dekat, stasiun kecil dengan 3 Loket nampak lenggang tidak begitu sibuk (Karena dari tanggal 29-30 Maret sudah habis terjual). Dan makin lama stasiun kecil ini makin ramai saat detik detik kereta akan datang dan langsir ke stasiun utama Bogor. Peronnya yang kecil dan berundak undak, membuat anda apalagi anak anak harus dijaga jangan sampai terperosok kedalam rel.

Loket lenggang, karena seluruh tiket sudah habis terjual

          Yaap jam 13.30 kereta sudah selesai langsiran dan tiba distasiun bogor paledang, telat dari jadwal yakni 12.50. Yang penting tiba sampai tujuan dengan selamat laaaah. Mencari bangku ekonomi lumayan agak riweuh, maklum sempitnya ruang gerak rangkaian Ekonomi. Dan tak sampai 10 menit kereta siap diberangkatkan.

Si CC206 Sebagai lokonya, mantaap

Sisanya lanjut di Part ke-2 Mulai dari kereta mogok, sampai muter muter kota sukabumi