Traveling Sekeluarga ke Sukabumi (Part 3)
Penginapan selabintana adalah penginapan paling tinggi, sepertinya cocok nih menginap disini tapi sudah full booked sejak setengah bulan yang lalu. Hamparan rumput hijau sama seperti digambar saat searching "Selabintana" dengan backgroung perbukitan nan-indah. Disini kita bisa gelar tiker, mau lari larian atau mau gojet india juga bisa (Pohonnya lumayan tinggi dan banyak).
Namun selabintana cuman hamparan rumput bertekstur naik, ada juga kolam renangnya cuman kurang tertarik (nggak ada planing berenang soalnya). Diselabintana cuman main balon tiup saja, habis itu kok bosan. Turun ke kali kecil yang berair jernih nan dingin, jalan jalan menyusuri kali tapi kok kayak liat lintah (Item item, geliat geliat terbawa arus sungai), waduh makin ilfeel aja, ngeri ditemplokin sama lintah akhirnya naik lagi.
Perjalanan selabintana sudah cukup, karena sudah tahu rupanya seperti apa, kalau malem pasti seru nih mana dingin lagi pastinya. Lanjut kearah alun alun kota Sukabumi, dari selabintana cukup naik angkot merah (Ya iya lah, secara cuman ada angkot ini saja yang sampai selabintana), hanya 3000 rupiah kita bisa turun ke alun alun Kota Sukabumi. Panasnya sukabumi sama saja seperti dijakarta hanya saja udaranya lebih sejuk ini yang bikin betah berjalan kaki lama lama di alun alun. Ternyata dialun alun tadi pagi ada pasar dadakan, terlihat dari bekasnya dan penjual yang mulai penutup lapaknya satu demi persatu.
Tidak jauh dari Alun alun Sukabumi, ada masjid agung Sukabumi tidak salahnya kalau menunaikan shalat Dzuhur berjamaan disana. Usai shalat dimasjid agung, perut sudah berdendang begitu saja, ya akhirnya cari makan di rumah makan ibu Cucu yang katanya terkenal itu, tapi sesampainya disana kok sepi sih. Nggak masalah yang penting perut keisi siap untuk jalan lagi.
Karena terik sekali dan dengkul mulai lemes, akhirnya balik ke penginapan lagi sambil nunggu sibapak datang ke sukabumi naik kereta, dan lagi lagi naik angkot merah dari depan alun alun sukabumi. Ternyata alun alun sukabumi sangat dekat dengan Mall Yogya itu faktanya.
Sore harinya si bapak datang dan mengajak kita untuk makan baso yang katanya ramai dan sepertinya enak yang tadi dilihatnya. Perjalanan dari penginapan hanya jalan kaki ke arah bawah terus, terus dan nggak sampai sampai. Lumayan jalan kaki berkilo kilo cuman buat makan baso doang, namanya Rumah Bakso Mie akup Bandung. Kata nyonya sebagai pengamat pangan, katanya overall enak kuahnya dan dagingnya berasa, bukan kayak bakso dipinggir jalan yang isinya cuman tepung doang.
Perut keisi lanjut jalan lagi, ternyata sudah sampai Mall Yogya saja. Lumayan jauh juga jalan kaki hari ini menyusuri jalan sampai ke Kota Sukabumi. Fakta membuktikan bahwa kota sukabumi itu kecil nggak besar seperti yang saya kira dan angkotnya cuman muter muter situ situ aja nggak bakal dibawa pergi jauh. Magrib menjelang akhirnya shalat di Masjid agung lagi. Dan habis itu langsung balik ke kandang buat meluruskan kaki. Dan melanjutkan perjalanan esok hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar